Minggu, 30 Desember 2012

Jumat, 28 Desember 2012

Annabel Lee German Version


Es ist lange her, da lebte am Meer,
Ich sag' euch nicht wo und wie -
Ein Mägdelein zart, von seltener Art,
Mit Namen Annabel Lee.
Und das Mägdelein lebte für mich allein,
Und ich lebte allein für sie.

Ich war ein Kind, und sie war ein Kind,
Meine süße Annabel Lee,
Doch meine Liebe, so groß, so grenzenlos,
Wie die unsere, gab es nie.
Wir liebten uns so, daß die Engel darob
Beneideten mich und sie.


Da kam eines Tages aus den Wolken stracks
Ein Ungewitter und spie
Seinen Geifer aus, einen Höllengraus,
Und traf meine Annabel Lee.
Und es kam ein hochgeborener Lord,
Der holte auf immer sie von mir fort
In sein Reich am Meer und sperrte sie
Dort ein, meine Annabel Lee.


Ja, neidisch war die geflügelte Schar
Im Himmel auf mich und sie,
Und dies war der Grund, daß der Höllenmund
Des Sturms sein Verderben spie,
Bis sie erstarrte,
Und der Tod sie verscharrte,
Meine süße Annabel Lee.


Doch eine Liebe, so groß, so grenzenlos,
Wie die unsere, gab es nie.
So liebten Ältere nie,
So liebten Weisere nie,
Und wären die Engel auch noch so scheel,
Sie trennten doch nicht meine Seel' von der Seel'
Der lieblichen Annabel Lee.


Wenn die Sterne aufgehn, so kann ich drin so
Die Äuglein der Annabel Lee,
Und noch jegliche Nacht hat mir Träume gebracht
Von der lieblichen Annabel Lee.
So ruh' ich denn, bis der Morgen graut,
Allnächtlich bei meinem Liebchen traut
In des schäumenden Grabes Näh',
An der See, an der brandenden See.
[Edgar Allan Poe]
(German translation sent to me by Dominic P.)
reference: http://www.moonfairye.com/library/annabel/annabelgerman.htm

Dialog mit Mute Henker


kleinen Quieken, Reibung Hauer, wild, scharf, dunkel
schwarze Sonne, der Mond rot, funkelnden schwarzen und weißen so
terrible ..... schreckliches Leid .......
Sie sind schrecklich! grundlegenden Folterer! Henker!

Säcke .... fischig, rot, was ist es Blut?
natürlich ist es Blut Narr, was denkst du? ihrem rücksichtslosen Henker!
dunkle, blaue Flamme, nein, es ist schwarzes Feuer
Deshalb ist diese Welt?

Henker, warum stehst du? warum nicht fragen?
Ich bin neugierig, was hast du gemacht? dich zu töten?
Ich bin tot? nein, ich bin nicht tot.
alles ist schwarz und weiß, keine Farbe, bin ich was? Henker! wurde Ihr tun?

Wer in den Sack? Wer Henker?
Ich sagte hey you Dunkelheit Bastard!
was ist passiert? tell me! Henker O mein Körper fühlt sich leichter
leer

Ich bin tot ....

Kamis, 27 Desember 2012

dialog dengan algojo bisu

decitan kecil,gesekan taring,liar,tajam,kegelapan
matahari hitam,bulan merah,gemerlap jadi hitam putih
mengerikan.....penderitaan...mengerikan....
kau memang mengerikan!dasar penyiksa!algojo!!

karung....amis,merah,apa itu darah?
tentu saja itu darah bodoh!apa yang kau pikirkan?dia algojo kejam!
gelap sekali,api biru,tidak, itu api hitam
kenapa dunia ini?

algojo,kenapa kau tahan?kenapa tidak bertanya?
aku penasaran, apa yang kau lakukan?kau membunuh?
aku mati?tidak aku tidak mati
semuanya hitam putih, tidak warna, aku kenapa?algojo!ini ulahmu?

siapa didalam karung?itu siapa algojo?
jawab aku hey kau bajingan kegelapan!
apa yang terjadi?jelaskan padaku!!badanku terasa ringan wahai algojo
hampa

aku....mati

Jumat, 21 Desember 2012

you and i










Wanita Menuju Surga


Verse
Saat ku jatuh dari neraka, tibaku di bumi, ku tak tau apa yang terjadi
Ku berlari, bagai orang yang penuh misteri, mengikuti angin
Tetapi kutemukan dirimu menuntun hariku menuju cahaya terang
Ku tertegun dengabn rupamu bagai bidadari dari surga yang suci

Kau tak pernah bosan, mendampingiku kembali ke surga

Kaulah wnaita,berparas cantik baik hatinya
Kaulah wanita, mendampingiku selama di bumi
Kaulah wanita, aku cinta kau aku sayang kau
Kaulah wanita, kita bersama di surge nantinya

verse2
Di bumi, kita hanya sementara, menunggu waktu abadi
Hubungabn yang telah terjadi ini kita jalani dengan sebaik2nya

back to Bridge
back to Reff

Reff 2
Kita berdua, telah bersama beralih dunia
Kita bersama, tak lagi mimpi hidup disini
Surge yang suci menjadi tempat abadi
Cinta kita ini,adalah anugerah terindah

lagu ini aku dedikasikan khusus untuk bidadari yang sejak 2 bulan lalu mendampingin aku sampai sekarang dan smoga selamanya..
kamu bidadari ku sayang
luthfiana vitria...this song is for you


Selasa, 18 Desember 2012

wolfie

wolfie....
pisau tajam tertahan taring,berdarah
rambut tebal dari buritan ke haluan
kau nyata

wolfie
merobek jeroan segar
mencabik mentahan segar
auman raksasa

wolfie
sudahlah
jangan membunuhlaah
mereka menderitaa

wolfie..
matikan pelan pelan
buat siksaan buat mereka merasa
beri tuanmu darah...

Kamis, 13 Desember 2012

Pelukis

dawai bergetar,irama membahana
lantunan lembut,pelan,ceria
hati tersenyum lebar merona
inspirasiku datang karenamu

pelangi warna warni menghiasi
kanvas putih menjadi abstrak 
melodi klasik penuh cinta
menambah adisi di setiap sisinya

rupa cantik menghiasi kanvas
tersenyum menatap sang kreator abstrak
lukisan seakan menjadi realita
inspirasi murni tanpa titik gelap penuh cahaya

sosok manis telah selesai
lukisan gadis bersinar cerah penuh warna
sang objek pun merasa lega
ciuman manis ke pelukis tercinta

melodi cinta dihentikan tanda lukisan telah sempurna
lukisan sempurna menghiasi kabin ceria
kehidupan romansa pelukis dan objeknya terkasih
menatap laut menuju benua cinta sejoli


puisi sederhana ku sajikan untukmu kasihku...
selamat 2 bulan sayang.....
with love for you luthfiana vitria..

Minggu, 02 Desember 2012

Senyum diatas Padang Rumput

rumput hijau menjadi saksi
hubungan semu menuju kejelasan
fatamorgana bermunculan
melayang diriku karnamu

bayang bayang indah
berwarna warni
balon cerah di udara
sinar mentaripun terpancar

senyumku abadi, tak henti hentinya
dirimu menghiasi hidup yang absurd
menjadi kejelasan dan keindahan dalam realm baru
gaya hidup orthodox kembali berubah

luthfiana vitria nurjami...
wanita penuh keajaiban, wanita penuh cahaya
membuat hari ini aku tersenyum lebar diatas rerumputan hijau dipenuhi warna cerah
padang pasirpun sirna, digantikan oleh dedaunan segar berembun

kamu segalanya sayang

Janji Reno




Embun pagi menetes di atas sekawanan daun segar berwarna hijau yang membuat mata tak bisa berpaling, membuka pagi yang cerah setelah malam penuh kegelapan, badai disertai dengan hujan dan petir yang sangat membuat bergidik. Sebuah rumah besar di wilayah jalan Diponegoro, di daerah Petala Bumi di isi oleh keluarga yang sangat bahagia dan sangat harmonis, di kepalai oleh seorang pengusaha kaya dan religious bernama Ir. Budi Santoso M.Sc, didampingi oleh nyonya Rahmi Triani Santoso S.Sos dan dimeriahkan oleh 2 orang anaknya yang bernama Reno dan Gita. “Reno, Gita, bangun, sudah jam 5, waktunya Shalat Subuh! Dan siap siap untuk sekolah!” panggil ibunya ke anak anaknya yang sedang tidur terlelap mengarungi dunia abstrak penuh mimpi. “Iya bu, Gita sudah bangun ini mau mengambil air untuk berwudhu”,”Mana abangmu, Reno?masih tidur?tolong ketukin pintu kamarnya ya dek gita, biar kita bisa shalat subuh berjamaah, ayah sudah menunggu dibawah”. Gita mengetuk pintu kamar Reno tetapi Reno tidak mau shalat Karena dia ngantuk setelah pulang larut malam dan tidak diketahui orang tuanya. Ya begitulah, laki laki yang dulunya sholeh dan rajin shalat, kini berubah drastis menjadi pemalas dan tidak mentaati agama.

Sebelum menginjak kelas 3 SMA, Reno adalah sosok anak yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, religious, aktif dalam segala bidang dan juga bintang kelas, Reno merupakan salah satu anak paling pintar di sekolah. Setiap harinya, selalu ada ajakan “Ren, nanti sore kita belajar sama sama yuk, ajarin aku ini ya, aku belum mengerti sama sekali tentang materi ini”, selalu ada ajakan seperti itu dari teman temannya. Reno juga merupakan ketua dari ekskul pecinta alam dan sering membawa timnya untuk memanjat tebing di berbagai daerah di Indonesia. Cerita perubahan garis kehidupan Reno dimulai ketika dia bersama timnya pergi memanjat tebing di salah satu pegunungan di Sumatra Utara untuk mendapati rekor pemanjat tebing termuda.
 Dan ketika sedang berjalan di tepi jurang yang tidak tinggi, Gempa menggoncang mereka, Reno bersama timnya terjatuh kebawah dan terperangkap bebatuan longsor dan untungnya tidak menghimpit mereka. Mencari cara agar keluar dari runtuhan bebatuan besar itu, dan pergi dari daerah yang sedang longsor agar tidak terhimpit bebatuan besar yang jatuh berikutnya. “Gimana nih Ren, kita harus keluar dari sini secepatnya” kata teman dekatnya sekaligus wakil ketua ekskul, Gino. “Iya, aku sedang mencari cara…Kita coba angkat batu paling atas ini sama sama, dan segera kita keluar”.”Betul juga kata kata Reno, ayo kita angkat sama sama mumpung kita sekarang ber sepuluh, dan beban ini rasanya terasa lebih ringan” kata Roy. Setelah mereka mengangkatnya, jalan keluar sudah terbuka, dan satu persatu mereka memanjat batu yang besar tadi agar keluar, dan Reno berencana untuk keluar lebih akhir agar anggota anggotanya aman. Tiba tiba, gempa kedua menyusul dan terdengar suara bebatuan mulai longsor lagi. “Ada gempa kedua, kau cepat keluar dari sini no, biar aku yang terakhir keluar dari sini”, “ tidak bisa, kalau kita keluar bersama, memakan waktu yang lama, dan kalau aku yang keluar dari sini kau terperangkap, tidak ada yang bisa memimpin ekskul ini selain kau ren, makanya kau saja yang keluar, biar aku disini menunggu bantuan lain dari kalian jika menemukan orang” dan Reno pun keluar dari bebatuan besar itu setelah dipaksa oleh Gino, tetapi, Allah berkehendak lain, dan pada saat Gino mau keluar dari bebatuan, ada bebatuan besar dari atas menimpanya dan mengenai kepala Gino dahulu, mengeluarkan banyak darah, dan Gino tertimpa bebatuan itu, badannya terhimpit setengah.”gino!”,”Reno, tolong teruskan perjalanan tim kita sampai akhir, dapatin rekor itu ren, kalian bisa tanpa aku, aku tidak bisa keluar lagi dari sini, kepalaku pusing dan tubuhku mati rasa, seepertinya hidupku tidak akan lama lagi”.”Maafkan aku Gino, maafkan aku..Aku akan mendapati rekor itu”..Setelah itu, Reno dan teman temannya melanjutkan perjalanannya dan mendapati rekor itu, Reno sangat berduka, tetapi musibah menimpanya, teman temannya menyalahkan Reno atas kematian Gino, sejak saat itu disekolah, Reno selalu saja di salahkan, dituduh sebagai pembunuh dan senang atas kematian Gino karena posisinya kemarin sempat terancam sebagai ketua.

Sejak saat itu, Reno mulai stress, keluar dari ekskul pecinta alam. Setiap hari selalu di hina teman temannya, ayah dan ibunya Reno menawarkan untuk pindah sekolah, tetapi dia tetap saja dihantui oleh kematian sahabatnya, Gino. Suatu hari, di sekolah, Reno sedang duduk sendiri ketika teman temannya shalat, Reno tidak shalat, dan dia didatangi oleh salah satu teman dekatnya,seorang gadis yang bernama Tita. “Kamu tidak shalat ren?”,”Enggak, untuk apa aku beribadah tetapi masalah aku tidak hilang hilangnya di dunia ini”. “ Astaghfirullah, istighfar Ren, kamu dulu tidak begini, aku mengerti, semenjak kematian Gino kamu berubah, tetapi cobalah kamu beribadah lagi kepada Allah, pasti kamu akan mendapatkan ketenangan”,”Diam kamu Ta! Kamu jangan sok tau dan sok pintar menasehati aku! Aku tau perbuatanku jadi kamu tidak usah menasehatiku!”. Tita terkejut akan sikap Reno yang seperti itu, dan pergi meninggalkan Reno, tetapi usaha Tita untuk kembali mengubah Reno tidak pudar, dan ketika jam pelajaran, Tita melihat Reno keluar kelas dan pergi ke belakang WC, Tita mengejarnya, dan ia dapati Reno sedang merokok sendirian. “Astaghfirullah Reno, sejak kapan kamu mulai merokok, kamu tau kan itu tidak sehat, dan kenapa kamu tidak belajar?”, “heh, Tita, sudah berapa kali aku bilang padamu, jangan menasehati aku, aku muak belajar, aku muak dengan orang orang dikelas yang tidak henti hentinya memojoki aku, sudahlah!kamu hanya menggangguku, tidak ada yang peduli dan tidak ada yang senang denganku lagi di dunia ini, bahkan Allah sudah tidak sayang kepadaku,kamu hanya merusak mood merokok ku saja” Reno mencampaki rokoknya dan pergi kekelas, Tita hanya bisa diam. Tita ingin agar sahabatnya itu berubah lagi, tertawa lagi, ia mencari cara dan berencana sepulang sekolah untuk menemui Ibu Rahmi, ibunya Reno.

Sepulang sekolah, Reno tidak langsung pulang melainkan pergi ke salah satu café dan merenung…berfikir kenapa hidupnya bisa berubah seperti itu. Bisa dilihat air matanya mengalir lembut di pipinya dan membasahi rokok yang di hisapnya, langsung di hapusnya air matanya dengan bajunya, kemudian Reno mendadak emosi dan memesan satu kaleng bir,dia mabuk….Di rumah Reno, Tita sedang berbicara dengan ibu Rahmi.”Tante, Tita kesini, mau bicara dengan tante, tentang Reno, Tita tau tante sudah menyadari perubahan Reno akhir akhir ini”,”Iya Tita, tante juga sudah lama tau masalahnya, tante tidak bisa memikirkan apa yang harus tante lakukan untuk membuat Reno kembali seperti dulu, Tita bisa bantu tante?”,”Tita sudah berusaha juga tante disekolah bicara dengan Reno, tapi Reno tidak mau mendengarkan.Sebisa mungkin Tita bantu tante.”,”Iya Tita, tante juga bingung, akhir akhir ini, Reno dan ayahnya sering bertengkar keras dirumah, Reno belum pernah melawan Ayahnya, dan kemarin tante milhat Reno membentak ayahnya, dan pergi keluar dari rumah, semenjak itu, mereka belum ada berbicara dirumah”.”Bagaimana kalau tante tanyakan langsung dan coba lagi berbicara ke Reno tante, Tita rasa, hanya omongan ibu yang bisa melunakkan anaknya, Tita juga bantu tante disekolah”. Tita pun pergi dari rumah itu, dan Ibu Reno merasa bebannya dikurangi karena ada bantuan Tita.
Malam hari, Reno baru pulang. “Hai kak, darimana saja kak?kok baru pulang? Bantuin Gita dong kak, ngerjain PR fisika”, “Diam Git, aku lagi tidak enak hati, bukan urusan kamu mau tau kakak darimana”.”Kakak kok ngomongnya gitu sih?kakak benar benar berubah, aku tidak kenal kakak yang seperti ini”. Tamparan melayang ke pipinya Gita, Reno emosi, Reno menjadi panas dan tidak tau apa yang dilakukannya, Gita menangis dan terjatuh, Rumah mereka ribut, dan ayahnya Reno marah ketika Reno menampar adiknya.”Reno, kau kenapa?istighfar Reno,Astaghfirullah…”, “Ayah diam saja, tidak usah menasehati Reno, tidak ada lagi yang sayang dan peduli sama Reno”. Mendengar kata kata Reno, Pak Budi pun menampar Reno dengan keras, Reno terdiam, dan lari menuju kamarnya, Ayahnya terduduk di sofa, sementara ibu Rahmi membangunkan Gita yang terjatuh karena ulah Reno. Setelah itu, Ibu Rahmi pergi dan mengetuk kamarnya Reno.”Ren, buka pintunya nak,ini ibu nak, ibu mau mendengar cerita dari kamu reno”.”Ibu pergi saja, tidak usah mengurus reno sekarang, Reno sedang muak, Reno hanya membawa Aib dilkeluarga ini, Reno membunuh Gino, Reno pembunuh” teriak Reno dari dalam kamarnya. Ibu Rahmi tidak tega dan masuk saja ke kamar reno yang tidak dikunci itu. Ibunya menghampiri dan tiba tiba Reno menangis, menangis tersedu, membawa suasana yang tadinya panas menjadi lebih dingin. “Maafkan Reno bu, Reno tidak membunuhnya, Reno bersumpah bu, Reno ingin menolong Gino waktu itu, tapi teman teman tetap saja tidak mau mendengar Reno”.”Iya Reno, ibu percaya kamu nak, ibu sudah lama ingin berbicara tetapi ibu tidak mau membuat Reno merasa terganggu” kata ibunya yang juga menangis mendengar perkataan anaknya. “Reno, coba kamu sekarang kembali shalat, kamu beristighfar dan berserah diri kepada Allah, minta maaf kepada ayahmu, dan adikmu, soal teman temanmu, ibu sudah berbicara dengan Tita, dan dia mau membantumu disekolah supaya bisa ceria lagi ren,menjadi Reno yang dulu”,”Iya bu, terimakasih sudah mau percaya sama Reno ya bu,sekali lagi maafkan Reno karena sikap Reno akhir akhir ini bu”. Kemudian Reno menjadi lunak, dan ia meminta maaf kepada ayahnya dan adiknya, dan malam itu, mereka shalat Isya bersama sama.
Besoknya di sekolah, Reno meminta maaf kepada Tita karena sikapnya, dan Tita pun membantu sahabatnya itu di sekolah, membuat agar teman temannya mendengarkan cerita Reno, dan penjelasan Reno. Setelah itu, teman temannya tidak ada yang memojokkan Reno lagi, mereka sudah mulai baik dengan Reno, dan Reno yang dulu kembali.
Minggu pagi, di sinari mentari yang tersenyum menatap kebahagiaan baru bagi Reno, pagi pagi sekali, Reno datang kerumah Tita untuk menjemput Tita dan berbicara untuk mengucapkan terimakasih. “Ta, makasih ya, kamu udah mau bantu aku, makasih kamu selama ini tidak memojokkan aku dan mau mendengar ceritaku, aku harap kamu bakalan selalu ada ya buat aku Ta”.”Iya Reno sama sama, aku tidak mau kamu berubah ke aarah yang buruk lagi Reno” Tita tersenyum. “Ta, kamu janji ya, dampingin aku terus, bimbing aku supaya tidak jatuh ke lautan emosi yang dalam seperti kemarin”,”Reno, kapan aku pernah ninggalin kamu? Kamu aja yang kemaren kemaren marah marah terus, gak mau dengarin aku,hahaha, iya aku janji ga akan ninggalin kamu kok, janji kelingking”. Mereka pun berjanji, hari minggu itu menjadi minggu bahagia bagi Reno