ketika malam terasa dingin, bahkan selimut tidak dapat menahan rasa yang teramat menusuk ku sampai ketulang itu. aku bingung, dimana aku mencari kehangatan yang akan menjagaku sampai aku tertidur hingga matahari muncul di timur. di bilik kecil ini aku mencari, sesuatu yang bisa melunakkan udara dingin yang sangat kejam. ketika kilat menari nari di langit yang menghitam, malam terasa semakin menyeramkan. bak di kelilingi aurora hitam yang tertawa melihatku menderita di malam hari, menderita menjelang roh ku pergi untuk sementara. dan di sudut ruangan, aku menemukanmu, kau membuatku lega setiap harinya.
dari kecil kita sudah bersama, tak perduli seberapa lusuh dan hancurnya bentukmu hingga saat ini, kau masih tetap setia menemaniku. walaupun orang tuaku berkata, hei nak, sudahlah, buang saja benda jelek itu, tidak layak pakai lagi, kau bisa membeli yang baru. tetapi tidak segampang itu aku membuang kau wahai temanku. tidak mudah untuk melepasmu. apakah kesetiaanmu selama ini berakhir sampai di tempat pembuangan?tidak, aku tak rela untuk menyampakkan mu wahai sobat kecil. jangan takut, kesetiaanmu akan kubalas sampai darahku berhenti mengalir sobat. tak hanya sebagai teman tidurku, kau juga merupakan teman bermainku, ingatkah kau dulu kita sering melompat dan bermain bersama di atas ranjang itu? ingatkah kau dulu, disaat yang lain aku jadikan benteng di ranjang, hanya kau yang aku mau untuk berada di pelukanku wahai sobat
kini, setiap malam, setiap saat, kita terus bersama, tidak hanya diranjang, tetapi walaupun aku sedang bermain, kau juga kubawa bukan sobat? aku harap kau senang dengan balasn ku untuk selalu setia kepadamu
surat cinta untuk teman kecilku, sebuah guling yang terus menemaniku hingga aku sudah dewasa saat ini, kau tetap temanku yang sangat setia disaat aku butuh kehangatan untuk tidur dan terlelap, kau memberikan kehangatan itu sobat. walaupun kau tak bernyawa, aku yakin, kau selalu ingin mengatakan bahwa kau senang bersama denganku, maafkan aku disaat aku sedang tidak dirumah, tidak bersama denganmu sobat. semoga kelak kita akan terus bersama walaupun rupa kita sudah tak seperti manusia,sobat ku yang tak bernyawa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar